Bounded Agency and Survival Strategies: Early Marriage Practices among Rohingya Muslim Refugees in Aceh

Authors

DOI:

https://doi.org/10.66277/ijssls.2.1.161

Keywords:

Bounded Agency, Early Marriage, Rational Choice, Rohingya Refugees, Survival Strategies

Abstract

This study is motivated by the emergence of early marriage practices among Rohingya Muslim refugees in Aceh, which are often normatively framed either as cultural traditions or legal violations, without sufficient attention to the structural conditions that shape them. Accordingly, this article aims to analyse the factors driving this practice and to examine how early marriage is rationalised within conditions of prolonged displacement. Employing a qualitative, fieldwork-based approach, the study was conducted at the Mina Raya refugee camp in September and December 2024 through direct observation and in-depth interviews with seven informants in order to capture the everyday dynamics of life under conditions of uncertainty. Drawing on Anthony Giddens’ structuration theory, the analysis focuses on the relationship between structural constraints and refugee agency. The findings indicate that early marriage is shaped by three interrelated conditions: insecurity within the camp environment, the perceived need to protect girls from harassment or violence, and the absence of viable alternatives such as formal protection mechanisms and access to education. Within this context, marriage is understood by families as the most immediate and rational means of securing safety and stability. The article argues that early marriage constitutes a form of bounded agency—a survival strategy enacted within a severely constrained field of choice shaped by legal invisibility, prolonged displacement, patriarchal norms, and unresolved trauma. These findings contribute to scholarship on Islamic law and socio-legal studies, while underscoring the need for clearer legal frameworks, stronger protection mechanisms, and expanded access to education for refugee women and girls.

[Studi ini berangkat dari munculnya praktik perkawinan dini di kalangan pengungsi Muslim Rohingya di Aceh, yang sering kali dipahami secara normatif sebagai tradisi budaya atau pelanggaran hukum tanpa mempertimbangkan kondisi struktural yang melatarbelakanginya. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mendorong praktik tersebut serta memahami bagaimana perkawinan dini dirasionalisasi dalam kondisi pengungsian yang berkepanjangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis kerja lapangan yang dilakukan di kamp pengungsian Mina Raya pada September dan Desember 2024 melalui observasi langsung dan wawancara mendalam terhadap tujuh informan, guna menangkap dinamika kehidupan sehari-hari dalam situasi ketidakpastian. Dengan menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens, analisis difokuskan pada hubungan antara keterbatasan struktural dan agensi pengungsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkawinan dini dibentuk oleh tiga kondisi yang saling berkaitan, yaitu ketidakamanan di dalam kamp, kebutuhan untuk melindungi anak perempuan dari pelecehan atau kekerasan, serta ketiadaan alternatif yang memadai seperti perlindungan formal dan akses terhadap pendidikan. Dalam konteks ini, perkawinan dipahami oleh keluarga sebagai cara paling cepat dan rasional untuk memperoleh keamanan dan stabilitas. Artikel ini berargumen bahwa perkawinan dini merupakan bentuk bounded agency, yaitu strategi bertahan hidup yang dijalankan dalam ruang pilihan yang sangat terbatas akibat invisibilitas hukum, pengungsian berkepanjangan, norma patriarkal, dan trauma yang belum terselesaikan. Temuan ini berkontribusi pada kajian hukum Islam dan studi sosio-legal, serta menegaskan pentingnya penguatan kerangka hukum, mekanisme perlindungan, dan perluasan akses pendidikan bagi perempuan dan anak pengungsi.]

References

Adwani, Adwani, Rosmawati Rosmawati, and M. Kadir. “The Responsibility in Protecting the Rohingya Refugees in Aceh Province, Indonesia: An International Refugees Law Perspective.” IIUMLJ 29, no. S2 (2021): 1–21. https://doi.org/10.31436/iiumlj.v29iS2.677.

Ardi Priyatno Utomo. “1 Dekade Terakhir, UNICEF Sebut Angka Perkawinan Anak di Dunia Menurun.” kompas.com (Indonesia), March 6, 2018. https://internasional.kompas.com/read/2018/03/06/12564681/1-dekade-terakhir-unicef-sebut-angka-perkawinan-anak-di-dunia-menurun.

Bartels, Susan Andrea, Saja Michael, Sophie Roupetz, Stephanie Garbern, Lama Kilzar, Harveen Bergquist, Nour Bakhache, Colleen Davison, and Annie Bunting. “Making Sense of Child, Early and Forced Marriage among Syrian Refugee Girls: A Mixed Methods Study in Lebanon.” BMJ Global Health 3, no. 1 (January 2018): e000509. https://doi.org/10.1136/bmjgh-2017-000509.

Budiono, Arief, Afif Faizurrahman, Afiq Muammal, M. Ikbar Nariswara, and Rio Ferry Irfansyah. “Aceh Autonomy Policy and Qanun Post-Helsinki Agreement.” International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding 9, no. 2 (2022): 771–76. https://doi.org/10.18415/ijmmu.v9i2.3639.

CNN Indonesia. “Update Jumlah Total Pengungsi Rohingya dan Sebaran Penampungan di Aceh.” CNN Indonesia (Jakarta), December 2023. Peristiwa Edition. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20231213141254-20-1036757/update-jumlah-total-pengungsi-rohingya-dan-sebaran-penampungan-di-aceh.

Darnela, Lindra. “Islam and Humanity: Commodification of Aid for Rohingya in Aceh.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 59, no. 1 (2021): 57–96. https://doi.org/10.14421/ajis.2021.591.57-96.

Darnela, Lindra, Faisal Syafri Azmi, and Arif Sugitanata. “The Dominant Influence of Islamic Law in Addressing the Challenges of Upholding the Rights of Rohingya Refugees.” De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah 17, no. 1 (2025): 1–32. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v17i1.29885.

Elnakib, Shatha, Kara Hunersen, Janna Metzler, Hailu Bekele, and W. Courtland Robinson. “Child Marriage among Somali Refugees in Ethiopia: A Cross Sectional Survey of Adolescent Girls and Adult Women.” BMC Public Health 21, no. 1 (June 2021): 1051. https://doi.org/10.1186/s12889-021-11080-5.

Fatimah. “UNICEF: 640 Juta Anak Perempuan Dinikahkan Sebelum 18 Tahun.” IDN TIMES, May 2023. https://www.idntimes.com/news/world/fatimah-8/unicef-640-juta-anak-perempuan-dinikahkan-sebelum-18-tahun-c1c2.

Giddens, Anthony. The Constitution of Society: Outline of the Theory of Structuration. Berkeley and Los Angeles: University of California Press, 1984.

Guglielmi, Silvia, Khadija Mitu, and Jennifer Seager. “‘I Just Keep Quiet’: Addressing the Challenges of Married Rohingya Girls and Creating Opportunities for Change.” The European Journal of Development Research 33, no. 5 (October 2021): 1232–51. https://doi.org/10.1057/s41287-021-00437-6.

Icen Ectefania Mufrida and Icen Ectefania Mufrida. “RI Peringkat 4 Jumlah Perempuan yang Menikah di bawah Usia 18 Tahun.” GoodStats Data, February 19, 2024. https://data.goodstats.id/statistic/ri-peringkat-4-jumlah-perempuan-yang-menikah-di-bawah-usia-18-tahun-JkHnB.

Judith Aura. “Laporan UNICEF: 640 Juta Perempuan di Dunia Menikah Saat Masih Anak-Anak.” kumparan.com (Jakarta), October 2024. https://kumparan.com/kumparanwoman/laporan-unicef-640-juta-perempuan-di-dunia-menikah-saat-masih-anak-anak-23haxLndvs8.

Mahaseth, Harsh, and Samyuktha Banusekar. “Living in the Shadows: Rohingya Refugees in Malaysia.” Asian Journal of International Law 12, no. 2 (July 2022): 259–66. https://doi.org/10.1017/S2044251322000091.

Melnikas, Andrea J., Sigma Ainul, Iqbal Ehsan, Eashita Haque, and Sajeda Amin. “Child Marriage Practices among the Rohingya in Bangladesh.” Conflict and Health 14, no. 1 (May 2020): 28. https://doi.org/10.1186/s13031-020-00274-0.

Mieth, Kate, Tahia Hasan, Adrija Chakrabarty, Kenna Lee, Adrita Kaiser, Tanvir Hasan, Shatha Elnakib, Caitlin Jackson, W. Courtland Robinson, and Linnea A. Zimmerman. “‘What Other Option Did I Have?’– The Effect of Conflict and Displacement on Child Marriage and Early Childbearing among Displaced Rohingya Adolescents.” Conflict and Health 19, no. 1 (March 2025): 16. https://doi.org/10.1186/s13031-025-00656-2.

Monavia Ayu Rizaty. “8 Negara dengan Perkawinan Anak Perempuan di Bawah Umur Tertinggi.” Databoks, June 1, 2022. https://databoks.katadata.co.id/demografi/statistik/18f8929e98f746b/8-negara-dengan-perkawinan-anak-perempuan-di-bawah-umur-tertinggi.

Mourtada, Rima, Jennifer Schlecht, and Jocelyn DeJong. “A Qualitative Study Exploring Child Marriage Practices among Syrian Conflict-Affected Populations in Lebanon.” Conflict and Health 11, no. 1 (November 2017): 27. https://doi.org/10.1186/s13031-017-0131-z.

Mumtazinur, Mumtazinur. “Pengaruh Bantuan Kemanusiaan Aceh bagi Pengungsi Rohingnya terhadap Upaya Diplomasi Kemanusiaan.” Media Syari’ah: Wahana Kajian Hukum Islam dan Pranata Sosial 22, no. 1 (2020): 16–29. https://doi.org/10.22373/jms.v22i1.6825.

Nelissa, Zahra, Sunaryo Kartadinata, and Mamat Supriatna. “A Study ‘Peumulia Jamee’ of Aceh Society in Counseling Relationship.” Paper presented at International Seminar on Innovative and Creative Guidance and Counseling Service (ICGCS 2021). 2022. https://doi.org/10.2991/assehr.k.220405.035.

Nethery, Amy. “Troubled Transit: Asylum Seekers Stuck in Indonesia.” Journal of Intercultural Studies 38, no. 2 (March 2017): 245–47. https://doi.org/10.1080/07256868.2017.1291497.

Pourtaheri, Asma, Mehrsadat Mahdizadeh, Hadi Tehrani, Jamshid Jamali, and Nooshin Peyman. “Socio-Ecological Factors of Girl Child Marriage: A Meta-Synthesis of Qualitative Research.” BMC Public Health 24, no. 1 (February 2024): 428. https://doi.org/10.1186/s12889-023-17626-z.

“Presidential Regulation No. 125 of 2016 on the Handling of Refugees from Abroad.” December 31, 2016. http://peraturan.bpk.go.id/Details/41029/perpres-no-125-tahun-2016.

Primadasa, Cipta Primadasa, Mahendra Putra Kurnia, and Rika Erawaty. “Problematika Penanganan Pengungsi di Indonesia dari Perspektif Hukum Pengungsi Internasional.” Risalah Hukum 17, no. 1 (2021): 44–51. https://doi.org/10.30872/risalah.v17i1.380.

Qahar, Jabbar Abdulrahman, Azlin Hilma Hillaluddin, and Fatimah Zailly Ahmad Ramli. “Child Marriage and Domestic Violence Among Syrian Refugee Girls in Domiz Camp Kurdistan-Iraq.” Journal of Human Rights and Social Work 10, no. 1 (March 2025): 68–78. https://doi.org/10.1007/s41134-024-00340-0.

Ranty, Aprianti, Maria Maya Lestari, and Evi Deliana. “Durable Solutions bagi Pengungsi Etnis Rohingya Tanpa Kewarganegaraan Menurut Hukum Internasional.” Balobe Law Journal 4, no. 1 (2024): 26–34. https://doi.org/10.47268/balobe.v4i1.2026.

Razali, Rodziana Mohamed, Aizat Khairi, and Tasneem Rahmatullah. “Transnational Marriages of Rohingya Refugees: Legal Challenges of Islamic Family Law in Malaysia.” Manchester Journal of Transnational Islamic Law and Practice 20, no. 3 (2024): 412–19.

Sainun, Hery Zarkasih, and Arif Sugitanata. “Tuan Guru and the Efforts to Prevent Early Marriage Among Sasak Tribe.” De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah 16, no. 1 (2024): 37–57. https://doi.org/10.18860/j-fsh.v16i1.23742.

Samuri, Mohd Al Adib, and Noor Aziah Mohd Awal. “Drivers of Child Marriage among Rohingya Refugees in Malaysia.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam 9, no. 2 (2025): 803–24. https://doi.org/10.22373/ntsxet30.

Setyadi, Agus. “Pengungsi Rohingya Silih Berganti ke Aceh Sepanjang 2023, Penolakan Kian Masif.” detiksumut, December 18, 2023. https://www.detik.com/sumut/berita/d-7095376/pengungsi-rohingya-silih-berganti-ke-aceh-sepanjang-2023-penolakan-kian-masif.

Sharma, Vandana, Adaugo Amobi, Samuel Tewolde, Negussie Deyessa, and Jennifer Scott. “Displacement-Related Factors Influencing Marital Practices and Associated Intimate Partner Violence Risk among Somali Refugees in Dollo Ado, Ethiopia: A Qualitative Study.” Conflict and Health 14, no. 1 (April 2020): 17. https://doi.org/10.1186/s13031-020-00267-z.

Sopamena, Chairussani Abbas. “Pengungsi Rohingya dan Potensi Konflik & Kemajemukan Horizontal di Aceh.” Caraka Prabu: Jurnal Ilmu Pemerintahan 7, no. 2 (2023): 85–115. https://doi.org/10.36859/jcp.v7i2.1927.

Teddy Farhan and Alifia N. Sumayya. “Demonization of Rohingya in Indonesia: An Analysis on Social Media Narratives.” The Lemkin Institute (USA), December 2023. https://www.lemkininstitute.com/single-post/demonization-of-rohingya-in-indonesia-an-analysis-on-social-media-narratives.

Uddin, M. Ala. “The Meaning of Marriage to the Rohingya Refugees, and Their Survival in Bangladesh.” Journal of Refugee Studies 34, no. 2 (June 2021): 2036–51. https://doi.org/10.1093/jrs/feaa054.

UNHCR. “Global Report 2023.” 2023. https://reporting.unhcr.org/global-report-2023.

———. “Over 110 Million People Are Forcibly Displaced Globally.” 2023. https://www.unhcr.org/mid-year-trends.

Yunanda, Rizki, Teuku Kemal Fasya, Dedi Fariadi, Kurniawati Kurniawati, Dini Rizki, and Faizul Aulia. “The Social Impact of the Existence of Rohingya Refugees in Aceh.” Community: Pengawas Dinamika Sosial 10, no. 1 (2024): 129–41. https://doi.org/10.35308/jcpds.v10i1.9009.

Downloads

Published

23-03-2026

How to Cite

Sugitanata, Arif. 2026. “Bounded Agency and Survival Strategies: Early Marriage Practices Among Rohingya Muslim Refugees in Aceh”. Indonesian Journal of Sharia and Socio-Legal Studies 2 (1): 1-22. https://doi.org/10.66277/ijssls.2.1.161.