Beyond Digital Distraction: Surah al-‘Aṣr as a Qur’anic Framework for Time Ethics and Family Relations
DOI:
https://doi.org/10.24260/basmala.1.2.122Keywords:
Phubbing, Surah al-‘Aṣr, Qur’anic Ethics, Digital Communication, Family DisintegrationAbstract
Abstract
The rapid expansion of digital technology has significantly transformed patterns of family communication, particularly through the phenomenon of phubbing, defined as the neglect of others’ presence due to excessive smartphone use. Within Muslim family contexts, phubbing has been identified as a contributing factor to the weakening of emotional bonds, the deterioration of communication quality, and the disruption of core familial functions. Although this phenomenon has been widely examined from psychological and sociological perspectives, studies employing Qur’anic frameworks to construct contextually grounded family ethics remain limited. This article seeks to reconstruct Surah al-ʿAṣr (Q. 103:1–3) as a Qur’anic ethical paradigm for addressing phubbing and relational disruption within families in the digital age. Employing Abdullah Saeed’s contextual tafsir methodology and a comprehensive literature review, this study integrates linguistic analysis, micro- and macro-contextual examinations, and comparative readings of classical, modern, and contemporary tafsir, which are subsequently situated within contemporary social realities. The findings demonstrate that Surah al-ʿAṣr can be recontextualized into three core ethical values: (1) the ethics of time management, which frames time and attention as moral and spiritual trusts; (2) the productive use of time through quality righteous deeds (ʿamal ṣāliḥ), manifested in relational presence and care within the family; and (3) the cultivation of a family communication culture grounded in tawāṣī bi al-ḥaqq and tawāṣī bi al-ṣabr, emphasizing empathetic dialogue and relational patience. Theoretically, this study contributes to Qur’anic scholarship by proposing a model of ethical recontextualization that bridges the normative message of Surah al-ʿAṣr with contemporary ethical challenges arising from digital culture. Practically, the findings suggest that addressing phubbing requires strengthening ethical awareness and fostering family communication rooted in Qur’anic values, rather than relying solely on technological regulation.
[Disrupsi teknologi digital telah mengubah pola komunikasi keluarga secara signifikan, salah satunya melalui fenomena phubbing, yaitu perilaku mengabaikan kehadiran orang lain akibat keterlibatan berlebihan dengan smartphone. Dalam konteks keluarga Muslim, phubbing berkontribusi pada melemahnya relasi emosional, menurunnya kualitas komunikasi, dan potensi disintegrasi fungsi keluarga. Meskipun fenomena ini telah banyak dikaji dari perspektif psikologi dan sosiologi, kajian Al-Qur’an yang merumuskan kerangka etika keluarga secara kontekstual masih relatif terbatas. Artikel ini bertujuan merekonstruksi Surah al-‘Aṣr sebagai kerangka etika Qur’ani dalam merespons phubbing dan disrupsi relasi keluarga di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan tafsir kontekstual Abdullah Saeed dengan metode kajian kepustakaan, meliputi analisis linguistik, telaah konteks mikro dan makro, serta analisis komparatif tafsir klasik, modern, dan kontemporer, yang kemudian dikontekstualisasikan dengan realitas sosial kekinian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Surah al-‘Aṣr dapat direkontekstualisasikan ke dalam tiga nilai etis utama: (1) etika pengelolaan waktu sebagai amanah moral dan spiritual, (2) pengisian waktu dengan amal ṣāliḥ berkualitas yang diwujudkan melalui kehadiran dan kepedulian relasional dalam keluarga, serta (3) pembangunan budaya komunikasi keluarga berbasis tawāṣī bi al-ḥaqq dan tawāṣī bi al-ṣabr yang menekankan dialog empatik dan kesabaran relasional. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan studi Al-Qur’an dengan menawarkan model rekontekstualisasi etika yang menjembatani pesan normatif Surah al-‘Aṣr dan tantangan etika digital kontemporer. Secara praktis, temuan ini menegaskan bahwa penanganan phubbing memerlukan penguatan kesadaran etis dan budaya komunikasi keluarga berbasis nilai-nilai Qur’ani, bukan sekadar pengaturan teknologis.]
References
Aditia, Rafinitia. “Fenomena Phubbing: Suatu Degradasi Relasi Sosial Sebagai Dampak Media Sosial.” Keluwih: Jurnal Sosial Dan Humaniora 2, no. 1 (2021): 8–14. https://doi.org/10.24123/soshum.v2i1.4034.
Al-Ashfahani, Al-Raghib. Kamus Al-Qur’an. Edited by Ahmad Zaini Dahlan. Vol. 1. Depok: Pustaka Khazanah Fawa’id, 2017.
Al-Qurthubi, Imam. Tafsir Al-Qurthubi. Edited by Fathurrahman, Ahmad Hotib, and Nashirul Haq. Vol. 19. Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.
Aryanti, Siti, Al-Faiz Muhammad Rt, and Muriyanto. “Peran Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Perilaku Phubbing: Telaah Hermeneutis.” Jurnal Kepemimpinan & Pengurus Sekolah 10, no. 3 (2025): 855–72. https://doi.org/10.34125/jkps.v10i3.820.
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. Laporan Survei Penetrasi dan Perilaku Pengguna Internet Indonesia 2025. 2025. https://survei.apjii.or.id/.
Asy-Syaukani, Imam. Tafsir Fathul Qadir. Edited by Sayyid Ibrahim. Vol. 11. Jakarta: Pustaka Azzam, 2013.
Az-Zuhaili, Wahbah. Tafsir Al-Munir. Edited by Abdul Hayyie Al-Kattani. Vol. 15. Jakarta: Gema Insani, 2013.
Campbell, Christopher. “Pseudoreality and Technology: Smartphone-Related Factors Impacting Mental Health.” Psychodynamic Psychiatry 52, no. 3 (September 2024): 345–57. https://doi.org/10.1521/pdps.2024.52.3.345.
Chotpitayasunondh, Varoth, and Karen M. Douglas. “How Phubbing Becomes the Norm: The Antecedents and Consequences of Snubbing via Smartphone.” Computers in Human Behavior 63 (2016): 9–18. https://doi.org/10.1016/j.chb.2016.05.018.
De Reuver, Mark, Shahrokh Nikou, and Harry Bouwman. “Domestication of Smartphones and Mobile Applications: A Quantitative Mixed-Method Study.” Mobile Media & Communication 4, no. 3 (September 2016): 347–70. https://doi.org/10.1177/2050157916649989.
Fadilah, Ainul, Nindia Pratitis, and Amanda Pasca Rini. “Perilaku Phubbing pada Remaja: Menguji Peranan Kontrol Diri dan Interaksi Sosial.” INNER: Journal of Psychological Research 2, no. 2 (2022): 150–59.
Fahri, Herfin. “Nifaq dalam Keluarga Muslim: Kajian Teologis terhadap Disintegrasi Rumah Tangga.” Al-Hikmah: Jurnal Studi Keislaman 14, no. 2 (2025): 1–17.
Fajri, Amelia, and Komarudin Sassi. “Revitalisasi Eksistensi Taaruf dan Taqwa dalam Membangun Harmoni Sosial.” Jurnal Dinamika Pendidikan Nusantara 6, no. 3 (2025): 185–98.
Fradesa, Fiza, Pit Arzuna, and Faisal Ahmadi. “Perilaku Phubbing dalam Kepemimpinan Organisasi Ditinjau dari Perspektif Islam.” Jurnal Manajemen Bisnis Syariah 4, no. 2 (2024): 110–21. https://doi.org/10.31958/mabis.v4i2.13434.
Froh, Johannes, and Matthew Ryan. “Digital Religious Communication and the Facilitation of Social Resilience.” Journal of Religious & Theological Information 23, nos. 1–2 (2023): 1–27. https://doi.org/10.1080/10477845.2023.2232622.
Fullwood, Chris, Sally Quinn, Linda K. Kaye, and Charlotte Redding. “My Virtual Friend: A Qualitative Analysis of the Attitudes and Experiences of Smartphone Users: Implications for Smartphone Attachment.” Computers in Human Behavior 75 (October 2017): 347–55. https://doi.org/10.1016/j.chb.2017.05.029.
Gao, Quan, Orlando Woods, Lily Kong, and Siew Ying Shee. “Lived Religion in a Digital Age.” Social & Cultural Geography 25, no. 1 (2022): 29–48. https://doi.org/10.1080/14649365.2022.2121979.
Hamidy, Zainuddin, and HS Fachruddin. Tafsir Quran. Selangor: Klang Book Centre, 1979.
Hamka. Tafsir Al-Azhar. Singapura: Pustaka Nasional PTE LTD, 2007.
Hassan, Ahmad. Tafsir Al-Furqan. Surabaya: Al-Ikhwan, 1956.
Herlambang, Saifuddin, Abdel Kadir Naffati, Ihsan Nurmansyah, and Sherli Kurnia Oktaviana. “The Translation of the Qur’an in Sambas Script.” Jurnal Lektur Keagamaan 21, no. 2 (2023): 325–52. https://doi.org/10.31291/jlka.v21i2.1117.
Imran, Muhammad Basiuni. Tafsir Tujuh Surah. Sambas, Kalimantan Barat, 1935.
Irawati, Azzati Nur and Nurmina. “Perbedaan Perilaku Phubbing pada Dewasa Awal.” Proyeksi 15, no. 2 (2020): 141–50. https://doi.org/10.30659/jp.15.2.141-150.
Kementerian Agama RI. Al-Quran Dan Tafsirnya. Jakarta: Widya Cahaya, 2011.
Khairunnisa and Karimulloh. “Hubungan antara Kontrol Diri dengan Perilaku Phubbing Menurut Perspektif Islam.” Nathiqiyyah: Jurnal Psikologi Islam 8, no. 1 (2025): 88–98. https://doi.org/10.46781/nathiqiyyah.v8i1.
Miftahuddin, Abdul Hafidz, Slamet Arofik, Afiful Huda, and Misbahul Amin. “Pendampingan Orang Tua dan Anak dalam Mencegah Perilaku Phubbing.” Jurnal Pengabdian Masyarakat 5, no. 2 (2025): 26–34.
Muhyin, Nabila Fajriyanti. “The Concepts of Contextual Interpretation of the Qur’an Abdullah Saeed.” Tanzil: Jurnal Studi Al-Qur’an 6, no. 1 (2023): 1–16. https://doi.org/10.20871/tjsq.v6i1.289.
Mujahidin, Endin, Rachmat, Abbas Manshur Tamam, and Akhmad Alim. “Konsep Manajemen Waktu dalam Perspektif Pendidikan Islam.” Edukasi Islami 11, no. 1 (2022): 129–46. https://doi.org/10.30868/ei.v11i01.2203.
Nurmansyah, Ihsan, and Nur Rahma Dana. “Dialektika Tafsir dan Kemajuan Pengetahuan Sidik Jari dalam Al-Qur’an.” Al-Qudwah 2, no. 2 (2024): 205–19. https://doi.org/10.24014/alqudwah.v2i2.29662.
Nurmansyah, Ihsan, and Sherli Kurnia Oktaviana. “Urgensi Belajar dan Bersujud Dalam QS Al-Alaq Ayat 1-19.” Al-Fahmu 2, no. 1 (2023): 82–90. https://doi.org/10.58363/alfahmu.v2i1.27.
Nurmansyah, Ihsan, and Adib Sofia. “Paralel, Transformi, dan Haplologi Tafsir Tujuh Surah Karya Muhammad Basiuni Imran dengan Karya Tafsir Muhammad Rasyid Ridha: Kajian Intertekstualitas.” Al-Bayan: Jurnal Studi Ilmu Al- Qur’an Dan Tafsir 6, no. 2 (March 2022). https://doi.org/10.15575/al-bayan.v6i2.14685.
Odi, Mas. “Etika Digital Dan Kehidupan Rumah Tangga Muslim: Telaah Hukum Islam terhadap Pelanggaran Privasi Pasangan.” Litaskunu: Jurnal Hukum Keluarga Islam 1, no. 2 (2025): 36–45.
Prasetyo, Arif Unggul, and Labib Sajawandi. “Analisis Perubahan Perilaku pada Anak Usia Dini Yang Kecanduan Gawai.” Jurnal Cerlang PG PAUD 1, no. 2 (2024): 16–23. https://doi.org/10.37640/jcpaud.v1i2.2077.
Ramadhan, Irfan Fajar. “Relasi Suami Dan Istri: Pemikiran Amina Wadud terhadap QS An-Nisa [4]: 34.” Tanzil: Jurnal Studi Al-Qur’an 4, no. 1 (2021): 1–10. https://doi.org/10.20871/tjsq.v4i1.171.
Ridha, Muhammad Rasyid. Tafsir Al-Fatihah Wa Sittu Suwar Min Khawatim Al-Quran. Kairo: Dar al-Manar, 1367.
Roni, Muhammad, M Anzaikhan, and Arafit Hasan. “Pembentukan Keluarga Shaleh dalam Komunikasi Islam: Studi Komparasi Penafsiran Al-Qur’an.” Al-Hikmah: Media Dakwah, Komunikasi, Sosial dan Kebudayaan 12, no. 1 (2021): 51–61. https://doi.org/10.32505/hikmah.v12i1.2825.
Saeed, Abdullah. Reading the Qur’an in the Twenty-First Century. London: Routledge, 2014.
Sarlini, Shinta Dwi, Elni Yakub, and Siska Mardes. “Analisis Perilaku Phubbing dan Faktor Penyebabnya.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 9, no. 21 (2023): 723–35. https://doi.org/10.5281/zenodo.10088872.
Shihab, Muhammad Quraish. Tafsir Al-Mishbah. Vol. 15. Jakarta: Lentera Hati, 2002.
Shihab, Muhammad Quraish, Nasaruddin Umar, and Muchlis M Hanafi. Ensiklopedi Al-Quran: Kajian Kosa Kata. Jakarta: Lentera Hati, 2007.
Siregar, Lorenza Feby Ayu Pratiwi, Julis Suryani, Muhammad Rizky, Muhammad Mukhlis, Fani Ade Saputra, and Heri Arya Dwi Putra. “Phubbing: Dampak Penggunaan Ponsel terhadap Interaksi Sosial di Era Digital.” Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora 4, no. 1 (2025): 123–35.
Suci, Musiam, and Yusuf Sapari. “Analisis Perilaku Penggunaan Smartphone dengan Perubahan Budaya Pergaulan Mahasiswa.” Jurnal Signal 8, no. 1 (2020): 62–70. https://doi.org/10.33603/signal.v8i1.3120.
The Macquarie Dictionary. Sixth edition. Sydney, New South Wales: Macquarie Pty Ltd., 2014.
Wahid, Soleh Hasan. “Exploring the Intersection of Islam and Digital Technology.” Social Sciences & Humanities Open 10 (2024): 1–28. https://doi.org/10.1016/j.ssaho.2024.101085.
Yudha, Idhzha Wira, Rahmah Hastuti, and Jessica. “Pengaruh Kualitas Attachment Remaja dengan Orang Tua terhadap Perilaku Phubbing Pada Keluarga di Kalimantan Barat.” Paedagogy: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Psikologi 4, no. 4 (2024): 342–51. https://doi.org/10.51878/paedagogy.v4i4.3797.
Yulianti, Margaretha Tri Astuti, and Laras Triayunda. “Komunikasi Keluarga sebagai Sarana Keharmonisan Keluarga.” Innovative: Journal of Social Science Research 3, no. 2 (2023): 4609–17.
Yunus, Mahmud. Tafsir Quran Karim. Vol. 7. Selangor: Klang Book Centre, 2003.
Zanuba, Alisa Aura and Musolli. “Phubbing Behavior in the Qur’an.” MUSHAF 4, no. 1 (2023): 27–49. https://doi.org/10.33650/mushaf.v4i1.7382.
Zeller, Bruno, and Mirella Atherton. “Liberal Democracy, Society and the Digital Revolution.” Liverpool Law Review 46, no. 1 (April 2025): 137–52. https://doi.org/10.1007/s10991-025-09380-6.
Downloads
Published
Issue
Section
Copyright and License
Copyright (c) 2025 Nur Safitri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.







