Equality in The Inheritance Distribution for Adopted Children and Biological Children in the Sasak Indigenous Community of South Pringgasela

Published: 16.09.2026 Pages: 99-128 DOI: 10.66277/jins.1.1.442

Abstract

Adoption has implications for status and rights within the family, such as in matters of inheritance. Although, from the perspective of Islamic law, an adopted child has no right to inherit, except through a gift or a mandatory bequest, as stipulated in Article 209(2) of the Compilation of Islamic Law (KHI). However, the Sasak indigenous community, which is predominantly Muslim, has a tradition of treating adopted children as recognized members of the family with inheritance rights and a share of the estate equal to that of biological children. This article aims to examine the process of distributing inherited assets to adopted children within Sasak tradition. This is a field study employing a juridical-empirical approach. Data were collected through interviews with four informants selected through purposive sampling, as well as observations conducted over a one-month period. Based on an analysis of the concept of “ishlah” in Islamic legal theory, this article finds that the status and rights of adopted children within the Sasak indigenous community in Pringgasela Selatan Village are considered equivalent to those of biological children due to the social and emotional bonds formed between the adopted child and the adoptive parents. The amount of inheritance granted to adopted children is determined through family deliberation without any formally established limits. This article argues that the concepts of ishlah, takharuj, or hibah in Islamic law can serve as a justification for the distribution of inheritance in Sasak indigenous communities. Meanwhile, under Islamic law, adopted children do not receive a share of the inheritance because they have no blood relationship; however, they may be recognized through the mechanism of a mandatory bequest, with a maximum limit of one-third of the total estate. This article demonstrates that the dynamics between Islamic law and customary law can be harmonized through an ishlah approach.

 

[Pengangkatan anak memiliki dampak terhadap status dan hak dalam keluarga seperti dalam hal pewarisan. Meskipun dalam perspektif hukum Islam anak angkat tidak memiliki hak waris, kecuali melalui hibah atau wasiat wajibah sebagaimana diatur dalam Pasal 209 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam (KHI). Namun masyarakat adat Sasak yang mayoritas muslim memiliki tradisi menjadikan anak angkat sebagai bagian dari keluarga yang diakui dengan hak waris dan porsi pembagian yang setara dengan anak kandung. Artikel ini bertujuan untuk melihat proses pembagian harta warisan kepada anak angkat dalam tradisi masyarakat Sasak. Artikel ini merupakan artikel lapangan dengan pendekatan yuridis-empiris. Data bersumber dari wawancara terhadap 4 narasumber yang dipilih secara purposive serta observasi selama 1 bulan. Berdasarkan analisis ishlah dalam teori hukum islam artikel menemukan bahwa kedudukan dan hak anak angkat dalam masyarakat adat Sasak di Desa Pringgasela Selatan dianggap setara dengan anak kandung karena hubungan sosial dan emosional yang terbentuk antara anak angkat dan orang tua angkat. Nominal warisan yang diberikan kepada anak angkat ditentukan berdasarkan musyawarah keluarga tanpa adanya batasan yang ditetapkan secara formal. Artikel ini berargumen bahwa konsep ishlah, takharuj, atau hiba h dalam hukum islam dapat dijadikan sebagai justifikasi pembenaran dalam pembagian waris masyarakat adat Sasak. Sementara itu, dalam Hukum Islam, anak angkat tidak mendapat bagian waris karena tidak memiliki hubungan darah, akan tetapi dapat diakui melalui mekanisme wasiat wajibah dengan batas maksimal sepertiga dari total harta warisan. Artikel ini menunjukkan dinamika antara hukum islam dan hukum adat dapat diharmonisasikan melalui pendekatan ishlah.]

Keywords

inheritance adopted child Islamic law customary law Sasak community

Copyright

Copyright Holder: Yunia Sirrihayati

Copyright Year: 2026

License: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

References

Aisyah, Nur. “Anak Angkat Dalam Hukum Kewarisan Islam Dan Hukum Perdata.” El-Iqthisady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah 2, no. 1, (2020): 101–13. https://doi.org/10.24252/el-iqthisadi.v2i1.14137
Akhsanty, Allya Shifa. “The Concept of Wasiat and Wasiat Wajibah in Indonesia From The Perspective of The Compilation of Islamic Law (KHI).” Journal of Private and Commercial Law, 2025, 72–94. https://doi.org/10.20885/JPCOL.vol2.iss1.art4
Al-Sijistani, Abu Daud ibn Asy’ats. Sunan Abu Daud. Kairo: Dar Ibn al-Haitsam, 2007.
Ali, Zainuddin. Metode Artikel Hukum. Jakarta: Sinar Grafika, 2009.
Amalia, Khusnul. “Child Adoption in Modern Islamic Family Law: A Comparative Study of Child Adoption in Turkey, Morocco, and Indonesia.” Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum 13, no. 1 (2025): 53–77. https://doi.org/10.14421/al-mazaahib.v13i1.3982
Andinata, Muhammad Pebri. “Praktik Wasiat Wajibah Bagi Anak Angkat Di Desa Sei Rampah Perspektif Maqashid Syariah.” Maqasid: Jurnal Studi Hukum Islam 15, no. 1 (2026): 49–62. https://doi.org/10.30651/mqsd.v15i1.30105
Anwar, Haerul. “Hak Mewaris Anak Angkat Dalam Perspektif Hukum Waris Adat Sasak (Studi Di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat).” Universitas Brawijaya, 2016.
Asmara, Galang. “The Principles of Religious Tolerance and Harmony among the People of Sasak Tribe in Lombok Island, Indonesia.” Journal of Legal, Ethical and Regulatory Issues 21 (2018): 1.
Assim, Usang M, and Julia Sloth-Nielsen. “Islamic Kafalah as an Alternative Care Option for Children Deprived of a Family Environment.” African Human Rights Law Journal 14, no. 2 (2014): 322–45.
Aulia, Arhamnee Sitti, and Tjempaka Tjempaka. “Pembagian Waris Anak Angkat Dalam Hukum Adat Bali Dan Implementasinya Dalam Hukum Nasional (Putusan Pengadilan 204/K/Pdt/2021).” UNES Law Review 6, no. 4 (2024): 9990–96. https://doi.org/10.31933/unesrev.v6i4.1827
Azni, Azni, Muhammad Akhyar Rifqi, Saifunnajar Saifunnajar, Kholil Syu’aib, and Najibah Bt Mohd Zin. “The Timing Analysis of Inheritance Distributions in the Compilation of Islamic Law.” Al-Risalah: Forum Kajian Hukum Dan Sosial Kemasyarakatan 23, no. 2 (2023): 258–73. https://doi.org/10.30631/alrisalah.v23i2.1431
Cahyowati, Rr Cahyowati. “Kedudukan Hak Mewaris Perempuan Dari Harta Bersama Dalam Hukum Adat Sasak.” PERSPEKTIF: Kajian Masalah Hukum Dan Pembangunan 15, no. 2 (2010): 123–38. https://doi.org/10.30742/perspektif.v15i2.48
Efendi, M J. “Akibat Hukum Pemeliharaan Anak Akon Dalam Pembagian Waris Perspektif Hukum Adat Sasak (Studi Kabupaten Lombok Timur).” Universitas Mataram, 2018.
Faizah, Nur, and M Shaiful Umam. “Konsep Tabanni (Pengangkatan Anak) Dalam Islam: Antara Tradisi Dan Ketentuan Syariah.” Al-Muqaranah: Jurnal Perbandingan Mazhab Dan Hukum 3, no. 2 (2025): 67–74. https://doi.org/10.55210/jpmh.v3i2.549
Faradila, Aulia Nur, and Wahyu Sukma Dewi. “Implementasi Asas Musyawarah Dan Mufakat Dalam Penyelesaian Sengketa Hukum Waris Adat Di Indonesia.” Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities 3, no. 2 (2023). https://journal.publication-center.com/index.php/ijssh/article/view/1567
Gani, Abdul. “Kedudukan Anak Perempuan Dan Peran Kepala Adat Dalam Hukum Waris Adat Suku Sasak Lombok.” UNDIP, 2014.
Garipova, Rozaliya. “‘Divide According to Sharīʿa’: The Islamic Inheritance System in the Russian Empire.” Die Welt Des Islams 65, no. 2–3 (2024): 250–79. https://doi.org/10.1163/15700607-20240016
Ghozali, Mohammad, Muhammad Irkham Firdaus, Muhammad Aunurrochim Mas’ad Saleh, and Zahari Mahad Musa. “Kajian Perbandingan Hak Warisan Anak Angkat Di Indonesia Dan Malaysia: A Comparative Study of the Inheritance Rights of Adopted Children in Indonesia and Malaysia.” Malaysian Journal of Syariah and Law 12, no. 3 (2024): 726–38. https://doi.org/10.33102/mjsl.vol12no3.1164
Haddade, Abdul Wahid. “Konsep Al-Ishlah Dalam Al-Qur-An.” Jurnal Tafsere 4, no. 1 (2016). https://doi.org/10.24252/jt.v4i1.7691
Hakim, Muhammad Irfan, and Tajul Arifin. “Kedudukan Dan Hak Waris Anak Angkat Di Indonesia Dalam Pasal 1 Angka 9 UU No 35 Tahun 2014 Menurut Hukum Islam.” Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 4 (2025): 1498–1508. https://doi.org/10.63822/20savm98
Hamzawi, Muhammad Adib. “Takharuj; Solusi Syar’i Pembagian Waris Secara Damai.” Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 1 (2023): 106–22.
Haries, Akhmad. Hukum Kewarisan Islam. Edisi Revi. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2019.
Hasanudin. Fiqh Mawaris: Problematika Dan Solusi. Jakarta: Kencana, 2020.
Hidayatullah, Syarif. “Tinjauan Hukum Islam Terhadap Praktik Adat Dalam Pemanfaatan Bersama Tanah Waris Di Desa Soribaru Kelurahan Lelamase.” SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hukum 5, no. 2 (2026): 169–77. https://doi.org/10.55681/seikat.v5i2.2033
Ilham, Rini Fahriyani, and Ermi Suhasti. “Mediasi Dalam Penyelesaian Sengketa Waris: Studi Putusan No. 181/Pdt. G/2013/PA. Yk.” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 9, no. 1 (2017): 67–86. https://doi.org/10.14421/ahwal.2016.09105
Izzah, Nurul Aqidatul, Saharuddin Saharuddin, and Bakhtiar Tijjang. “Legitime Portie Dalam Pemberian Hibah Wasiat.” Jurnal Litigasi Amsir 9, no. 2 (2022): 100–111.
Jaya, Dwi Putra. Hukum Kewarisan Di Indonesia. Bengkulu: Zara Abadi, 2020.
Kressierer, Dana Katherine, and Clifton D Bryant. “Adoption as Deviance: Socially Constructed Parent-Child Kinship as a Stigmatized and Legally Burdened Relationship.” Deviant Behavior 17, no. 4 (1996): 391–415. https://doi.org/10.1080/01639625.1996.9968037
Kurniasari, Dena, Nabila Rahma Roihani, and Shafriyana Mawarni Nurjannah. “Qath’i Dan Zhanni Dalam Kewarisan Islam.” Media Syari’ah: Wahana Kajian Hukum Islam Dan Pranata Sosial 22, no. 2 (2020): 194–208. https://doi.org/10.22373/jms.v22i2.7851
Listyowati, Maria Yosepin Endah, Indra Wahyudi, and Minim Subarno. “Kedudukan Anak Angkat Menurut Hukum Perdata.” J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah 4, no. 1 (2024): 2580–91.
Manangin, J C. “Pengangkatan Anak (Adopsi) Ditinjau Dari Perspektif Hukum Islam.” Lex Privatum 4, no. 5 (2016): 148464.
Mardani. Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014.
———. Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia. 1st ed. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2014.
Munir, Zainal Arifin Haji. “Wealth Distribution among Sasak Communities Through Inheritance: A Quest for Justice.” Samarah: Jurnal Hukum Keluarga Dan Hukum Islam 7, no. 3 (2023): 1627–42. https://doi.org/10.22373/sjhk.v7i3.10835
Naachy, Dzin Nun, and Hanik Latifah. “Tata Cara Pelaksanaan Ishlah Dalam Pembagian Waris Perspektif Kompilasi Hukum Islam.” At-Tahdzib: Jurnal Studi Islam Dan Mu’amalah 10, no. 1 (2022): 82.
Nurlaelawati, Euis, and Stijn Cornelis Van Huis. “The Status of Children Born out of Wedlock and Adopted Children in Indonesia: Interactions between Islamic, Adat, and Human Rights Norms.” Journal of Law and Religion 34, no. 3 (2019): 356–82. https://doi.org/10.1017/jlr.2019.41
Powers, David S. “The Islamic Inheritance System: A Socio-Historical Approach.” Arab Law Quarterly 8 (1993): 13. https://doi.org/10.2307/3381490
Rais, Muhammad. “Kedudukan Anak Angkat Dalam Perspektif Hukum Islam, Hukum Adat Dan Hukum Perdata: Analisis Komparatif.” DIKTUM: Jurnal Syariah Dan Hukum 14, no. 2 (2016): 183–200. https://doi.org/10.35905/diktum.v14i2.232
Ritonga, Raja, and Amhar Maulana Harahap. “Harmoni Dalam Kewarisan: Solusi Damai Untuk Mencegah Konflik Keluarga.” El-Faqih: Jurnal Pemikiran Dan Hukum Islam 10, no. 1 (2024): 117–33. https://doi.org/10.58401/faqih.v10i1.1282
Rofiq, Ahmad. Fiqh Mawaris: Buku Ajar MKDK. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993.
Saprida, Saprida, Zuul Fitriani Umari, and Aura Anggun. “Penerapan Pembagian Harta Waris Menurut Hukum Islam Dan Hukum Perdata.” Ariyah: Jurnal Hukum Ekonomi Bisnis 2, no. 1 (2026): 31–42. https://doi.org/10.36908/ariyah.v2i1.1875
Sarmadi, Ahmad Sukris, Anwar Hafidzi, Mohlis Mohlis, Oleksandr Yunin, and Maksym Korniienko. “Negotiating Islamic Law and Customary Practice: Fiqh Al-Aqalliyyat and Restorative Justice in Banjar Inheritance Disputes.” Jurnal Ilmiah Al-Syir’ah 23, no. 2 (2025): 279–96. http://dx.doi.org/10.30984/jis.v23i2.3673
Sayyaf, R Tanzil Fawaiq. “Mediasi Dan Sulh Sebagai Alternatif Terbaik Penyelesaian Sengketa Hukum Keluarga Islam.” Asy-Syari’ah: Jurnal Hukum Islam 9, no. 2 (2023): 180–98. https://doi.org/10.55210/assyariah.v9i2.1022
Setiawan, Eko. “Penerapan Wasiat Wajibah Menurut Kompilasi Hukum Islam (KHI) Dalam Kajian Normatif Yuridis.” Muslim Heritage 2, no. 1 (2017): 43–62. s://doi.org/10.21154/muslimheritage.v2i1.1045
Sitepu, Daniel, and Ida Bagus Yoga Raditya. “Kedudukan Anak Angkat Dalam Hukum Waris Perdata Indonesia.” Jurnal Media Akademik (JMA) 4, no. 1 (2026). https://doi.org/10.62281/6exxne27
Suryadini, Yanuar, and Alifiana Tanasya Widiyanti. “Akibat Hukum Hibah Wasiat Yang Melebihi Legitime Portie.” Media Iuris 3, no. 2 (2020): 241–56. https://doi.org/10.20473/mi.v3i2.18774
Syarifuddin, Amir. Hukum Kewarisan Islam. 5th ed. Jakarta: Prenadamedia Group, 2015.
Tauratiya, Tauratiya, and Lailasari Eka Ningsih. “Plaatsvervulling Dalam Hukum Waris Indonesia: Mengungkap Kedudukan Ahli Waris Pengganti.” Islamitsch Familierecht Journal 5, no. 2 (2024): 105–26. https://doi.org/10.32923/ifj.v5i2.5035
Triasty, Edelia. “Filosofi Keadilan Dalam Pembagian Warisan Ditinjau Dari Perspektif Hukum Islam Dan Implikasinya Terhadap Keharmonisan Keluarga.” Al-Istinbath: Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Keluarga Islam 3, no. 1 (2026): 82–94. https://doi.org/10.71242/8sfvjf82
Usman, Munadi. “Anak Angkat Dalam Peraturan Di Indonesia.” ADHKI: Journal of Islamic Family Law 1 (2019). https://doi.org/10.37876/adhki.v1i1.7
Wafiroh, Ani, Aisyah Wardatul Jannah, and Arif Sugitanata. “Negotiating Islamic Inheritance Distribution Within Local Custom Among The Sasak Muslims Of Lombok.” Khazanah: Jurnal Studi Islam Dan Humaniora 23, no. 2 (2025): 203–21.
Wahyudin, Dedy. “Identitas Orang Sasak: Studi Epistemologis Terhadap Mekanisme Produksi Pengetahuan Masyarakat Suku Sasak.” Jurnal Penelitian Keislaman 14, no. 1 (2018): 52–63. https://doi.org/10.20414/tsaqafah.v16i2.443
Yusmita, Yusmita, Iwan Romadhan Sitorus, Laras Shesa, Evy Septiana Rachman, and Sri Lumatus Sa’adah. “Legal Pluralism and the Transformation of Islamic Inheritance Law: A Study of Sasak Customary Practices in Indonesia.” Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 10, no. 2 (2025): 831–52. https://doi.org/10.29240/jhi.v10i2.12500
Yusron, M Agus. “Tradisi Pembagian Harta Warisan Di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Dalam Perspektif Fiqih Mawaris.” AL-RASYAD: Jurnal Hukum Dan Etika Bisnis Syariah 4, no. 1 (2025): 1–21. https://doi.org/10.37216/alrasyad.v4i1.2314
Zamzami, Zamzami. “Kedudukan Anak Angkat Dalam Perspektif Hukum Perdata, Hukum Adat, Dan Hukum Islam.” Nurani: Jurnal Kajian Syari’ah Dan Masyarakat 17, no. 1 (2017): 27–40. https://doi.org/10.19109/nurani.v17i1.1428
Zuhdi, Muhammad Harfin. “Kearifan Lokal Suku Sasak Sebagai Model Pengelolaan Konflik Di Masyarakat Lombok.” Mabasan 12, no. 1 (2018): 64–85. https://doi.org/10.62107/mab.v12i1.34