When Inheritance Meets Citizenship: Land Rights of Foreign Heirs in Muslim Mixed Marriages in Indonesia and Malaysia

Published: 25.08.2026 DOI: 10.66277/jins.1.1.408

Abstract

Mixed marriages in Indonesia or Malaysia involving foreign nationals raise legal issues when land is the subject of inheritance. Islamic inheritance law, as adopted by Indonesia and Malaysia, recognizes inheritance rights based on blood ties and marriage. Although both countries have adopted the same school of Islamic jurisprudence (the Shafi’i school), the distribution of inheritance is limited by land laws that require specific citizenship status. This article aims to compare the status and exercise of Muslim heirs’ rights to land resulting from mixed marriages in Indonesia and Malaysia. The article employs a normative legal method with a statutory and comparative approach to the inheritance and land regulations of both countries. The research findings indicate that citizenship does not automatically deprive an individual of their status as a Muslim heir. However, there are differences in the exercise of land rights. Indonesia, through the KHI, recognizes inheritance rights; however, the UUPA restricts ownership rights to land to Indonesian citizens, meaning foreign nationals cannot retain them and must relinquish their land rights within a specified period. Malaysia recognizes the inheritance rights of foreign nationals, while land ownership is permitted on a limited basis through approval by the State Authority under the NLC 1965. These findings indicate a discrepancy between inheritance rights and the capacity to retain land rights, which necessitates harmonization between Islamic inheritance law and land law.

 

[Perkawinan campuran di Indonesia atau Malaysia dengan warga negara asing menimbulkan persoalan hukum ketika tanah menjadi objek warisan. Hukum waris islam yang diadopsi oleh Indonesia dan Malaysia mengakui hak mewaris berdasarkan hubungan darah dan perkawinan. Meskipun mengadopsi fikih yang sama (mazhab syafi’i) pelaksanaan pembagian warisan dibatasi oleh hukum pertanahan yang mensyaratkan status kewarganegaraan tertentu. Artikel ini bertujuan membandingkan kedudukan dan pelaksanaan hak ahli waris Muslim atas tanah dari perkawinan campuran di Indonesia dan Malaysia. Artikel menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan komparatif terhadap regulasi kewarisan dan pertanahan kedua negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewarganegaraan tidak secara otomatis menghilangkan kedudukan seseorang sebagai ahli waris Muslim. Namun, terdapat perbedaan dalam pelaksanaan hak atas tanah. Indonesia melalui KHI mengakui hak kewarisan, tetapi UUPA membatasi Hak Milik atas tanah kepada WNI sehingga WNA tidak dapat mempertahankannya dan harus melepas hak atas tanahnya dalam waktu tertentu. Malaysia mengakui hak waris WNA, sementara kepemilikan tanah dapat dimungkinkan secara terbatas melalui persetujuan Pihak Berkuasa Negeri berdasarkan NLC 1965. Temuan ini menunjukkan adanya perbedaan antara hak mewaris dan kapasitas mempertahankan hak atas tanah, yang memerlukan harmonisasi antara hukum kewarisan Islam dan hukum pertanahan.]

Keywords

Muslim Heirs’ Rights Mixed Marriages Land Rights Indonesia Malaysia

Copyright

Copyright Holder: Jio Fikra

Copyright Year: 2026

License: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

References

Abdullah, Ahmad Termizi Bin. “Perlaksanaan Pembahagian Harta Pusaka Berdasarkan Faraid: Kedudukan Dan Perlaksanaannya Mengikut Undang-Undang Dan Amalan Guaman Di Malaysia,” 2017.
Abdullah, H K M, S Ab Rahman, and M D Awang. “Review on Issues of Administration and Distribution of Islamic Inheritance in Malaysia.” Jurnal Al-Sirat 22, no. 1 (2022): 118–31. https://doi.org/10.64398/alsirat.v22i1.264.
Abdullah, Hani Kamariah Mat, Suhaimi Ab Rahman, Rasyikah Md Khalid, and Nurul Aiman Mat Abdullah. “Perkembangan Pengurusan Dan Pentadbiran Harta Pusaka Islam Malaysia.” BITARA International Journal of Civilizational Studies and Human Sciences 3, no. 1 (2020): 42–53.
Ada, Rosyani, and Akhmad Safik. “Analisis Yuridis Kepemilikan Hak Atas Tanah Melalui Perjanjian Nominee Oleh Warga Negara Asing Di Indonesia (Studi Putusan Perkara Nomor: 2959 K/Pdt/2022).” Unes Law Review 6, no. 2 (2023): 7624–36.
Adiananda, I D A M, R S C Dewi, N Mentari, D A Renaningtyas, S E Wulandari, I G E B Pratama, and R Puspitosari. “Model Child’s Inheritance Law Towards Business Assets in Intermarriage of an Australian and Indonesian Citizen.” In Industrial Engineering and Operations Management Society International, 1318–22, 2019. https://doi.org/10.46254/NA04.20190468.
Anam, Ahmad Khoirul. “Penerapan Hukum Keluarga Muslim Di Asia Tenggara: Sebuah Perbandingan.” Jurnal Bimas Islam 10, no. 1 (2017): 129–54.
Arake, Lukman. “Agama Dan Negara Perspektif Fiqh Siyasah.” Al-Adalah: Jurnal Hukum Dan Politik Islam 3, no. 2 (2018): 79–116.
Ariphia, M D, F Wisnaeni, and A P Prabandari. “Perbandingan Pengaturan Pemberian Waris Pada Ahli Waris Non-Muslim Di Indonesia Dan Malaysia.” Notarius 12, no. 2 (2019): 883–99. https://doi.org/10.14710/nts.v12i2.29133.
Arridho, Muhammad Hafidz Zain, and Rahmida Erliyan. “Pelepasan Hak Atas Tanah Pada Harta Bersama Melalui Jual Beli Oleh Warga Negara Asing Dalam Perkawinan Campuran.” Iuris Studia: Jurnal Kajian Hukum 7, no. 2 (2026): 410–23.
Atikah, I. Metode Penelitian Hukum. CV Haura Utama, 2022.
Atsani, U, R Efendi, H Fitri, and H R Utamy. “Perjanjian Nominee Dalam Pemanfaatan Kawasan Pesisir Pantai Di Kabupaten Kepulauan Mentawai.” Jurnal Masyarakat Indonesia 49, no. 1 (2023): 25–34. https://doi.org/10.14203/jmi.v49i1.1217.
Az-Zuhaili, Wahbah. Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr, 2009.
Azkiya, Rizkia Dina, and Fahriana Nurrisa. “Perkembangan Mazhab Syafi’i Sebagai Landasan Pemikiran Masyarakat Indonesia.” Religion: Jurnal Agama, Sosial, Dan Budaya 2, no. 3 (2023): 209–24.
Bakarbessy, Leonora, and Sri Handajani. “Kewarganegaraan Ganda Anak Dalam Perkawinan Campuran Dan Implikasinya Dalam Hukum Perdata Internasional.” Perspektif: Kajian Masalah Hukum Dan Pembangunan 17, no. 1 (2012): 1–9.
Bertaud, Alain, and Stephen Malpezzi. “Measuring the Costs and Benefits of Urban Land Use Regulation: A Simple Model with an Application to Malaysia.” Journal of Housing Economics 10, no. 3 (2001): 393–418.
Elfia, Surwati, and Bakhtiar. “The Struggle of Custom and Sharia: Classic Dilemma of Inheritance Settlement in Javanese and Minangkabau Ethnic Communities in Indonesia.” Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 8, no. 1 (2023): 75–94.
Fakih, Muhammad Ali. Islam Di Asia Tenggara: Sejarah Peradaban Dan Kebudayaan Islam Di 11 Negara. IRCISOD, 2024.
Hadisusilo, Agus Setyadi. “Perbandingan Hukum Perolehan Hak Atas Tanah Untuk Orang Asing Di Indonesia Khususnya Di Pulau Batam Dengan Orang Asing Di Negara Malaysia.” Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, 2009.
Haspada, D. “Perjanjian Nominee Antara Warga Negara Asing Dengan Warga Negara Indonesia Dalam Praktik Jual Beli Tanah Hak Milik Yang Dihubungkan Dengan Pasal 1313 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.” Wacana Paramarta: Jurnal Ilmu Hukum 17, no. 2 (2018): 115–24. https://doi.org/10.32816/paramarta.v17i2.77.
Hermayulis, Frengki Hardian, Dian Amelia Hernadewita, Che Husna Azhari, Noor Inayah Yaakub, and Rohimi Shapiee. “An Analysis of the Leasehold Concept in the Land Management System of Indonesia and Malaysia.” The Social Sciences 7, no. 3 (2012): 391–404.
Kamarudin, M K, and A Abdullah. “Amalan Pembahagian Faraid Di Malaysia.” Journal of Global Business and Social Entrepreneurship 2, no. 3 (2016): 11–19.
Maharani, Putu Kanya Prajna, and Anak Agung Angga Primantari. “Penguasaan Hak Milik Atas Tanah Oleh Warga Negara Asing Melalui Nominee Berdasarkan KUHPerdata Dan UUPA.” Jurnal Media Akademik (JMA) 3, no. 10 (2025).
Majid, Mahmood Zuhdi Haji Abd. “Mazhab Syafi’i Di Malaysia: Sejarah, Realiti Dan Prospek Masa Depan.” Jurnal Fiqh 4 (2007): 1–38.
Malik, Maulana, Abdul Qahar, and Yuli Adha Hamzah. “Hilangnya Hak Milik Tanah Akibat Perubahan Kewarganegaraan Dalam Perkawinan Campuran.” LEGAL DIALOGICA 1, no. 2 (2026).
Miles, M B, A M Huberman, and J Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. 3rd ed. Sage, 2014.
Miranda, Elan, Phia Irawan Maharani Purba, and Fahri Sabriansyah. “Hak Kepemilikan Tanah Oleh Ahli Waris Warga Negara Asing Di Indonesia: Tinjauan Atas Putusan Mahkamah Agung Nomor 782 PK/Pdt/2016.” Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah 1, no. 5 (2025): 963–84.
Muda, Hj Resali bin. “Harta Pusaka Islam Di Malaysia: Antara Perundangan Dan Pentadbiran.” Malaysian Journal of Syariah & Law 4 (2016): 1. https://doi.org/10.33102/mjsl.vol4no1.13.
Muhni, Afif, Eko Saputra, Nila Amania, and Nuriyah Fara Muthia. Pengantar Hukum Indonesia: Sejarah, Sistem, Sumber Hukum Dan HAM Di Indonesia. Star Digital Publishing, 2025.
Mujiburohman, D A, R Junarto, M N Salim, D W Pujiriyani, W Utami, and D T W Andari. “The Issues of Land Tenure in Mixed Marriage.” Jurnal Ilmiah Peuradeun 11, no. 1 (2023): 19–38. https://doi.org/10.26811/peuradeun.v11i1.818.
Mulyadi, Dedi, Ira Putri Rahmasari, Zahra Mauliyah, Yudha Adhipratama, and Asnita Anuar. “Perbandingan Bentuk Antara Negara Federal, Negara Konfederasi, Dan Negara Kesatuan Dalam Prespektif Ilmu Negara.” Journal of Law Perspectives Review 1, no. 2 (2025): 107–16.
Muwaffika, Anna. “KHI: Upaya Transformasi Hukum Keluarga Islam Kedalam Sistem Hukum Nasional.” ALWAQFU: Jurnal Hukum Ekonomi Dan Wakaf 3, no. 1 (2025).
Nasution, A. “Pluralisme Hukum Waris Di Indonesia.” Al-Qadha 5, no. 1 (2019): 20–30. https://doi.org/10.32505/qadha.v5i1.957.
Norayanti, Norayanti Simaremare, Pristika Handayani, and Dwi Afni Maileni. “Tantangan Perkawinan Beda Negara: Suatu Kajian Komparatif Hukum Indonesia Dan Hukum Perdata Internasional.” Jurnal USM Law Review 8, no. 3 (2025): 1485–1505.
Noviarni, Dewi. “Kewarisan Dalam Hukum Islam Di Indonesia.” ’Aainul Haq: Jurnal Hukum Keluarga Islam 1, no. 1 (2021): 62–75.
Nurcahya, D A. “Sengketa Hukum Perjanjian Nominee Antara WNA Dan WNI Dalam Pengelolaan Tanah (Studi Putusan No. 259/Pdt.G/2020/PN Gin).” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 10, no. 10 (2024): 179–92. https://doi.org/10.5281/ZENODO.11395457.
Prithresia, Bianca. “Kajian Perbandingan Asas Nasionalitas Hukum Agraria Dalam Konteks Internasional.” UNES Law Review 6, no. 2 (2023): 7305–13.
Pulungan, Jufri Suyuthi. “Relasi Islam Dan Negara: Studi Pemikiran Politik Islam Dalam Perspektif Al-Qur’an.” Intizar 24, no. 1 (2018): 185–202.
Purnomo, Rico Pratama, Admiral, and Rosyidi Hamzah. “Legal Consequences in Buy and Sell of the Land Which Is Not Transfer of Title Yet in Simpang Perak Jaya Village (Case Study of Freehold Title Number 733),” 2023.
Rachelninta, Nathasya Irish, and Sulastri. “Implementasi Hak Waris Perempuan Dalam Masyarakat Adat Patrilineal.” Jurnal USM Law Review 8, no. 1 (2025): 86–104.
Rachman, R, E Ardiansyah, and S Sahrul. “A Juridical Review Towards the Land Rights Ownership in Mixed Marriage.” Jambura Law Review 3, no. 1 (2020): 1–18. https://doi.org/10.33756/jlr.v3i1.6857.
Rahmadi, R. Pengantar Metodologi Penelitian. Antasari Press, 2011.
Rahman, Suhaimi Ab, Rasyikah Khalid, and Abu Bakar Jaafar. “Kajian Keberkesanan Undang-Undang Faraid Di Malaysia.” Akademika 89 (2019): 77.
Rajafi, Ahmad. “Sejarah Pembentukan Dan Pembaruan Hukum Keluarga Islam Di Nusantara.” Aqlam: Journal of Islam and Plurality 2, no. 1 (2018).
Rajib, R K, K Y Manalu, and A H Hanifah. “Kepastian Hukum Pewarisan Hak Atas Tanah Bagi Anak Hasil Perkawinan Campuran Di Indonesia.” Integrative Perspectives of Social and Science Journal 3, no. 5 (2026): 2591–2605. https://ipssj.com/index.php/ojs/article/view/1368.
Rajib, Rayi Kharisma, Althaf Dhamar Rahabistara, and Kharina Hanifah Handani. “Integrasi Hukum Waris Dan Hukum Pertanahan Dalam Pembagian Waris Atas Tanah Dengan Sertifikat Yang Musnah Guna Mewujudkan Kepastian Hukum.” Jurnal Media Akademik (JMA) 4, no. 5 (2026).
Rampay, Darwis L. “Hak Waris Anak Dalam Perkawinan Campuran Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan.” MORALITY: Jurnal Ilmu Hukum 2, no. 2 (2017): 107–21.
Rizki, C, E S F Pakpahan, and W Wijaya. “Tinjauan Yuridis Hak Milik Atas Tanah Karena Pewarisan Dalam Perkawinan Campuran.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora Dan Politik 4, no. 6 (2024): 2480–89. https://doi.org/10.38035/jihhp.v4i6.2788.
Rohmah, Najwa. “Studi Komparatif Konsep Mawāni ‘al-Irts Dalam Fikih Klasik Dan Fikih Kontemporer.” Maliki Interdisciplinary Journal 3, no. 11 (2025): 1223–30.
Rohman, B N, V D Mukhoyyaroh, and A A Arifin. “Ownership Status of Implementation of Assets in Mixed Marriages.” Contemporary Issues on Interfaith Law and Society 2, no. 2 (2023): 113–30. https://doi.org/10.15294/ciils.v2i2.68854.
Samsudin, Salfarina, N A Ibrahim, R Suratman, and M Z Adnan. “Land for Indigenous People: Ownership Conflicts and Government Interventions in Kampung Bawong, Perak, Malaysia.” In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 683:12124. IOP Publishing, 2021.
Sanjaya, Sendi. “Dualisme Sistem Hukum Waris: Tantangan Implementasi Hukum Waris Islam Dalam Konteks Perdata Nasional Di Indonesia Dan Malaysia.” CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies 6, no. 2 (2024): 395–408.
Solikin, N. Pengantar Metodologi Penelitian Hukum. CV Penerbit Qiara Media, 2021.
Supriyadi, Imam, Agnes Nur Inawati, and Andika Agung Ferdiansyah. “Perbedaan Negara; Penghalang Kewarisan?” The Indonesian Journal of Islamic Law and Civil Law 1, no. 2 (2020): 125–38.
Susylawati, Eka. Kewenangan Pengadilan Agama Dalam Mengadili Perkara Kewarisan Islam Berdasarkan Undang-Undang Peradilan Agama. Vol. 142. Duta Media Publishing, 2018.
Syarifuddin, Muhammad Setya Ady. “Kedudukan Hukum Dan Keabsahan Kepemilikan Hak Atas Tanah Warga Negara Asing Yang Berasal Dari Pewarisan.” Notaire 4, no. 3 (2021): 373–98.
Tesalonika, Ligina, Handar Subhandi Bakhtiar, and Atik Winanti. “Perbandingan Hukum Indonesia Dan Malaysia Dalam Kepemilikan Properti Oleh Warga Negara Asing.” Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan Dan Sosial Humaniora 2, no. 3 (2025): 323–35. https://doi.org/10.62383/aliansi.v2i3.999.
Trovani, Clarinta. “Hak Ahli Waris Berkewarganegaraan Asing Terhadap Harta Warisan Berupa Tanah Hak Milik Dari Pewaris Berkewarganegaraan Indonesia.” Indonesian Notary 3, no. 1 (2021): 14.
Wijayanti, Putri. Pluralisme Hukum Waris Dan Implikasinya. Guepedia, n.d.
Wu, Richard, and M Y B Z Kepli. “Implementation of Land Title Registration System in Malaysia: Lessons for Hong Kong.” Malayan Law Journal Articles 1 (2010): 1–8.