Negotiated Justice: Deliberation, Custom, and Gender in Javanese Inheritance Practices

Published: 27.07.2026 Pages: 1-22

Abstract

Fairness in the distribution of inheritance among Javanese communities has traditionally been understood through two main patterns: sepikul segendong (2:1) and dum-dum kupat (1:1). However, research on the dynamics of the concept of fairness underlying these two practices remains limited. This study aims to analyze the construction of justice in Javanese customary inheritance and its implications for gender relations. The study employs a literature review using conceptual and socio-legal approaches to examine literature on Javanese customary inheritance law, Islamic inheritance law, and theories of justice. The results indicate that the concept of justice in Javanese customary inheritance is pluralistic and contextual. Communities not only apply a 2:1 or 1:1 division but also utilize mechanisms such as lintiran, acungan, wekasan, and lifetime gifts based on deliberation, filial piety, and family needs. This flexibility indicates that justice is understood as a balance between rights, responsibilities, and family harmony, rather than merely an equal distribution of shares. However, this study also found that the deliberation process is still influenced by power dynamics and patriarchal norms, and thus does not yet fully guarantee equality for women. Therefore, inheritance deliberations need to be restructured as a more inclusive deliberative space so that they can realize substantive justice while preserving the values of harmony within Javanese society.

 

[Keadilan dalam pembagian waris masyarakat Jawa selama ini sering dipahami melalui dua pola utama, yaitu sepikul segendong (2:1) dan dum-dum kupat (1:1). Namun, penelitian mengenai dinamika konsep keadilan di balik kedua praktik tersebut masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi keadilan dalam kewarisan adat Jawa serta implikasinya terhadap relasi gender. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan konseptual dan sosio-legal terhadap literatur mengenai hukum waris adat Jawa, hukum waris Islam, dan teori keadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep keadilan dalam kewarisan adat Jawa bersifat plural dan kontekstual. Masyarakat tidak hanya menerapkan pembagian 2:1 atau 1:1, tetapi juga menggunakan mekanisme lintiran, acungan, wekasan, dan hibah semasa hidup berdasarkan musyawarah, darma bakti, serta kebutuhan keluarga. Fleksibilitas tersebut menunjukkan bahwa keadilan dipahami sebagai keseimbangan antara hak, tanggung jawab, dan keharmonisan keluarga, bukan sekadar kesamaan proporsi pembagian. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa proses musyawarah masih dipengaruhi relasi kuasa dan norma patriarki sehingga belum sepenuhnya menjamin kesetaraan posisi perempuan. Oleh karena itu, musyawarah kewarisan perlu direkonstruksi sebagai ruang deliberatif yang lebih inklusif agar mampu mewujudkan keadilan substantif sekaligus mempertahankan nilai-nilai kerukunan dalam masyarakat Jawa.]

Keywords

Javanese customary inheritance inheritance justice gender equality deliberative inheritance Islamic inheritance law

Copyright

Copyright Holder: Ayu Elsya Safitri

Copyright Year: 2026

License: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

References

Abdillah, Matsani, Noval Febriansyah, and Asmak Ul Hosnah. “Analisa Pembagian Warisan Dalam Perspektif Hukum Adat Jawa.” JURNAL RECTUM: Tinjauan Yuridis Penanganan Tindak Pidana 6, no. 2 (2024): 370–79.
Ad, M Faizurrizqi Al-farisi, Ziada Hilmi Hanifah, and Nurul Kasanah. “Progressivity of Dum-Dum Kupat Inheritance Distribution in Java Community Perspective of Progressive Legal Theory Satjipto Rahardjo ( Study in Pehserut Village , Sukomoro District , Nganjuk Regency ),” 2020, 1356–67.
Afiyati, Naimatul. “Rumah Peninggalan Orang Tua Sebagai Hak Waris Anak Bungsu Perspektif Kompilasi Hukum Islam (Studi Di Desa Kalimojosari Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan).” UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, 2025.
Ahyani, Hisam, Haris Maiza Putra, Muharir, and Farhatun Sa’diyah. “Prinsip-Prinsip Keadilan Berbasis Ramah Gender (Maslahah) Dalam Pembagian Warisan Di Indonesia.” Al-Mawarid Jurnal Syariah Dan Hukum 5, no. 1 (2023): 73–100.
Al-Mabruri, M Nasikhul Umam. “Keadilan Pembagian Harta Warisan Perspektif Hukum Islam Dan Burgerlijk Wetboek.” Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum 5, no. 1 (2017).
Arrasyid, Husain Fadhil, Habib Shulton Asnawi, and Habib Ismail. “Nilai-Nilai Falsafah Jawa Sepikul Segendongan Terhadap Dinamika Pembagian Waris Perspektif Teori Hudud (Studi Kasus Di Desa Balekencono Kecamatan Batanghari).” Berkala Hukum, Sosial Dan Agama 2, no. 1 (2025): 200–211.
Astutik, Sri. “Karakteristik Pembagian Waris Adat Jawa.” Jurnal Aktual Justice 4, no. 2 (2019): 147–55.
At-Tobari, Ibnu Jairr. Jami’ Al-Bayan Fi Tafsir Ayiat Al-Qur’an. Makkah: Dar al-tarbiyah wa al-turats, n.d.
Datumula, Sarpika, and M S Syaifullah. “Makna Keadilan Pada Ketentuan 2:1 Dalam Konsep Waris Islam.” Jurnal Al-Mashadir: Ilmu Hukum Dan Ekonomi Islam 4, no. 2 (2022): 132–44.
Elfia, Surwati, and Bakhtiar. “The Struggle of Custom and Sharia: Classic Dilemma of Inheritance Settlement in Javanese and Minangkabau Ethnic Communities in Indonesia.” Al-Istinbath: Jurnal Hukum Islam 8, no. 1 (2023): 75–94.
EP, Hanifah Rajwa Faiqah. “Studi Komparasi Hukum Waris Antara Hukum Waris Adat Jawa Dan Hukum Waris Nasional.” Journal of Education and Humanities (JEH) Terekam Jejak 1, no. 2 (2025): 20–32.
Fadani, Fadhil, and Muhammad Adib Alfarisi Adib. “The Harmonization of Customary, State, and Islam in the Practice of Dayak-Muslim Senganan Customary Inheritance in Sintang, Indonesia.” Al-Mazaahib: Jurnal Perbandingan Hukum 12, no. 2 (2024): 137–64.
Fitriyati, Yusida, and Duski Ibrahim. “Reconsidering Inheritance Equality: Gender Justice in Religious Court Decisions through the Lens of Maqashid Al-Shariah.” Nurani 25, no. 1 (2025): 122–40.
Hamdani. “Konsep Takharuj Alternatif Pembagian Warisan.” Al Hisab: Jurnal Ekonomi Syariah 1, no. 1 (2020): 32–43.
Haq, Fatah Imanuddin, and Ahdiana Yuni Lestari. “Pelaksanaan Pembagian Harta Warisan Menurut Hukum Adat Di Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar: Sebuah Studi Kasus.” Jurnal Analisis Hukum 8, no. 2 (2025): 167–76.
Huda, Miftahul, Niswatul Hidayati, and Khairil Umami. “Fiqh And Custom Negotiation In Inheritance Dispute Tradition At Mataraman Society, East Java.” AL-IHKAM 15, no. 2 (2020): 224–50.
Imammusadin, Mastri. “Sepikul Segendongan: Budaya Hukum Kewarisan Adat Jawa Masyarakat Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.” Dampeng: Journal of Art, Heritage and Culture 1, no. 1 (2025): 49–67.
Imro, Dwi, and Akhmad Jalaludin. “Tradisi Pembagian Harta Waris Di Desa Silirejo : Perspektif Antropologi Hukum The Tradition of Inheritance Distribution in Silirejo Village : A Legal Anthropology Perspective,” 2024, 132–42.
Islam, Nidaul, Muhammad Patri Arifin, Institut Agama, Islam Negeri, Iain Parepare, and U I N Datokarama Palu. “Komparasi Penafsiran Ibn Kat Hī r Dan Amina Wadud Tentang Hak Waris Laki-Laki Dan Perempuan,” 2023, 227–56. https://doi.org/10.15408/ref.v22i2.31099.
Jaidi, Muhammad, Ahmadi Hasan, and Masyithah Umar. “Keadilan Dalam Pembagian Waris: Memahami Konsep Musytarakah Dalam Hukum Waris Islam.” Indonesian Journal Of Islamic Jurisprudence, Economic And Legal Theory 1, no. 4 (2023): 718–31.
Jalal, Luqman Abdul. “Rekonstruksi Argumen Keadilan Berimbang Hak Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Waris Islam.” Tasyri’: Journal of Islamic Law 4, no. 1 (2025): 111–48.
Jamil, Rosidi. “Hukum Waris Dan Wasiat (Sebuah Perbandingan Antara Pemikiran Hazairin Dan Munawwir Sjadzali).” Al-Ahwal: Jurnal Hukum Keluarga Islam 10, no. 1 (2017): 99–114.
Kinanti, Ayu, and Zainudin Hasan. “Sistem Kekerabatan Parental Dampak, Implementasi Dan Struktur Sosial Dalam Kehidupan Bermasyarakat.” Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa 3, no. 5 (2025): 772–79.
Kumara, Anis Rizki, Muh Kurniawan Bw, and Fajri Kurnia Pradana. “Analisis Hukum Islam Dan Hukum Adat Dalam Pembagian Warisan Di Kelurahan Jetis Kabupaten Sukoharjo.” Ar-Risalah Media Keislaman Pendidikan Dan Hukum Islam 22, no. 2 (2024): 75–88.
Nasution, Adelina. “Pluralisme Hukum Waris Di Indonesia.” Al-Qadha: Jurnal Hukum Islam Dan Perundang-Undangan 5, no. 1 (2018): 20–30.
Noor, Wahyudi, and Uswatun Hasanah. “The Concept Of Gender Equality In Inheritance According To Islamic Family Law In Indonesia.” IJTIHAD 41, no. 1 (2025): 60–74.
Nurgianto, Dwi, and Habibi Al Amin. “Dinamika Perkembangan Sosial Ekonomi Dalam Implementasi Hukum Waris Adat Jawa.” Kartika: Jurnal Studi Keislaman 5, no. 3 (2025): 2515–31.
Padilah, Nurul, Ade Fakih Kurniawan, Andi Rosa, and Suadi Sa’ad. “Pembagian Waris 2:1 Bagi Ahli Waris Laki-Laki Dan Perempuan Terhadap QS. Al-Nisa [4]:11.” Arus Jurnal Sosial Dan Humaniora 5, no. 1 (2025): 700–708.
Prasetyono, Dika Aries, Mega Ayu Putri Sanjaya, and Muhammad Ircham Faridil Kudsi. “Transformasi Hukum Adat Di Tengah Modernisasi.” TarunaLaw: Journal of Law and Syariah 3, no. 2 (2025): 160–78.
Rasyid, Idris. “Eksekusi ‘Ab Intestato’Warisan Dua Banding Satu: Rasionalisasi Surah Annisa Ayat 11.” Diktum, 2016, 201–13.
Riyadi, Ribut, and Siti Zumrotun. “Hibah Sebagai Strategi Penyelesaian Sengketa Pembagian Harta Waris Di Indonesia.” ADHKI: Journal of Islamic Family Law 4 (2023): 71–80.
Rosdianti, Vindy Maulinna, and Rose Citrawati. “Konflik Kewarisan Dalam Rumah Tangga: Dampaknya Terhadap Keharmonisan Keluarga Pasca Pewarisan.” Konferensi Nasional Hukum Islam 3, no. 1 (2025).
Salsabila, Rifda Adla, and Zikri Assidiqqi. “Keadilan Hak Waris Istri: Studi Empiris Desa Umbulmartani Perspektif Aminah Wadud.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 4, no. 2 (2026): 610–18.
Saputro, Muhammad Andi, Syaifuddin Zuhdi, and Jibrail Bin Yusuf. “Sapikul Sagendhongan: The Value of Javanese Traditional Heritage in the Practice of Islamic Heritage Distribution in Klaten Community Indonesia.” Journal of Islamic Economic Laws 8, no. 1 (2025): 1–18.
Setiadi, Wahyu. “Pembagian Harta Warisan Pada Masyarakat Muslim Desa Sugihan Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang.” Unnes Civic Education Journal 3, no. 2 (2017).
Sinta, Taufik Yahya, and Indriya Fathni. “Pelaksanaan Pewarisan Pada Masyarakat Adat Jawa Tengah Di Desa Rantau Makmur.” Zaaken: Journal of Civil and Business Law 4, no. 1 (2023): 121–43.
Sudaryanto, Agus. “Aspek Ontologi Pembagian Waris Dalam Hukum Islam Dan Hukum Adat Jawa.” Mimbar Hukum 22, no. 3 (2010): 534–52.
Sudrajat, Oman, Wasehudin Wasehudin, Itang Itang, Yuyun Rohmatul Uyun, and Hadi Peristiwo. “Islamic Inheritance Law In Indonesia and Malaysia: Gender Equality Through Consensual Modification.” Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam 4, no. 1 (2024): 227–51. https://doi.org/https://doi.org/10.52496/mjhki.v4i1.64.
Sulfinadia, Hamda, Jurna Petri Roszi, and Mega Puspita. “Negotiating Islamic Inheritance and Customary Law: Functional Legal Pluralism and Matrilineal Pusako Ranhah in Minangkabau.” J. Islamic L. 7 (2026): 1.
Susanti, Widia Ari, Hana Wafiqotus Salamah, and Mochammad Zain Al Majid. “Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Adat Wekas Dalam Pembagian Waris Masyarakat Jawa.” Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Dan Hukum 2, no. 3 (2025): 180–91.
Triasty, Edelia. “Filosofi Keadilan Dalam Pembagian Warisan Ditinjau Dari Perspektif Hukum Islam Dan Implikasinya Terhadap Keharmonisan Keluarga.” Al-Istinbath: Jurnal Ilmu Hukum Dan Hukum Keluarga Islam 3, no. 1 (2026): 82–94.
Wahbah az-Zuhaili. Al-Fiqh Al-Islami Wa Adillatuhu,. 2nd ed. Beirut: Dar al-Fikr al-Muassir, 2007.
Wahyuni, Sri, and Putri Ananda Saka Siregar. “Neglecting Islamic Law in the Distribution of Inheritance in the Sasak Muslim Society.” Al-Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 2026, 65–84.
Wantaka, Agus, Abdul Rosyid, and Eka Sakti Habibullah. “Pembagian Warisan Dalam Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Adat Jawa.” Prosa AS 1, no. 1 (2019): 13–33.
Zulfikar, and Sri Windani. “Gender Equality in Inheritance Distribution Reviewed from the Perspective of Islamic Inheritance Law.” Journal of Gender and Social Inclusion in Muslim Societies 5, no. 1 (2024): 13–24.